Sabtu, 13 Maret 2010
 

[ Sabtu, 13 Maret 2010 ]
Empat Pria Penggemar Apple
Mereka sama-sama penggila teknologi sekaligus fanatik terhadap satu brand tertentu, yakni Apple. Saat berkumpul, segala hal tentang gadget terbaru menjadi topik obrolan mereka. Apa saja sih pertimbangan mereka saat akan membeli gadget terbaru? Serta berapa anggarannya? Berikut sedikit cerita yang dibagikan Ferry, Elwyn, Johan, dan Max.

Berapa anggaran tertinggi untuk membeli satu buah gadget?

Ferry: Berapa ya? Sekitar 30 juta begitu. Untuk laptop ya. MacBook yang paling baru. Saya tidak keberatan mengeluarkan uang segitu soalnya memang dibutuhkan untuk pekerjaan saya.

Elwyn: Sama. Sekitaran segitu. Tapi, kalau saya bukan karena butuh. Gara-gara ada yang baru, saya pengen nyoba. Gimana ya? Rasanya nggak enak aja kalau yang lain sudah coba, sementara saya belum. Jadinya, selama masih mampu, saya akan beli.

Johan: Hampir sama. Karena tipenya juga hampir sama. Dulu saya sempat pikir-pikir waktu mau beli. Tapi, setelah saya hitung-hitung, lebih mahal pakai merek yang lama. Soalnya sering crash, kena virus, dan sebagainya. Malah duitnya keluar lebih banyak.

Max: Saya mungkin agak lebih mahal kalau dijumlah. Soalnya, setelah beli, masih saya otak-atik lagi. Tapi, karena tidak langsung, jadi tidak terasa. Lagi pula, itu membantu saya nggarap tugas sama pekerjaan. Tidak masalah.

Saat mengincar gadget, memaksa harus beli atau bisa menahan diri?

Johan: Bisa menahan diri. Biasanya saya diskusi sama istri. Kira-kira butuh tidak gadget tersebut. Kalau memang butuh, kenapa tidak? Tapi, kalau ternyata nggak terlalu berguna, ya cari gadget yang lain. Tidak perlu memaksakan diri.

Ferry: Tergantung. Karena fanatik sama Apple, sebisa mungkin saya beli. Karena suka beli produk-produk Apple pula, saya akhirnya buka reseller. Pakainya sih dari 1995, tapi baru berani buka sekitar dua tahun terakhir.

Elwyn: Saya paling tidak bisa menahan diri. Apalagi kalau teman-teman sudah ngompori. Meskipun harus mengumpulkan uang, saya akan beli. Nggak tahu kenapa, saya ini mudah tergoda. Padahal bukan karena butuh.

Max: Saya masih bisa menahan diri. Tapi kadang, meskipun saya nggak ingin beli, tuntutan pekerjaan yang membuat saya beli. Namanya fotografer kan harus selalu update sama teknologi yang membantu.

Apa sih pertimbangan saat akan membeli gadget?

Max: Pelayanannya. Soalnya, kadang kita kan nggak tahu gadget tersebut bisa apa saja. Informasi yang disertakan kadang kurang lengkap. Paling tidak, kita bisa mendapat penjelasan yang lebih detail tentang gadget tersebut.

Elwyn: Saya sih sama. Ditambah lagi layanan setelah kita membeli. Kalau misalnya ada apa-apa, kita bisa tanya ke tempat kita beli. Kadang kalau beda-beda sedikit, kita masih mau. Misalnya agak mahal seratus ribu, tapi pelayanannya bagus, tidak masalah.

Johan: Iya. Hampir sama dengan mereka. Kadang meskipun kita sudah tahu informasi dari sana-sini tentang gadget tersebut, kita masih pengen tanya-tanya lagi.

Ferry: Kurang lebih sama. Makanya, ketika buka toko khusus Apple ini, saya berusaha menempatkan diri seperti pelanggan. Misalnya, saya ingin dilayani seperti apa. Itu yang saya lakukan untuk mereka. (any/ayi)

Johan Wahyudi Susanto (Johan)

Menikah, 30 tahun

Owner Record Video Production

Alwyn Susanto (Alwyn)

Berpasangan, 24 tahun

Dokter muda FK Universitas Hang Tuah

Ferry Ijaya (Ferry)

Menikah 32 tahun

Manager deTouch Apple reseller TP 2

Maximillian J Chandra (Max)

Berpasangan, 22 tahun

Owner Moire Photography